Masih banyak orang awam di Indonesia yang mengira bahwa saham itu adalah judi. Bahkan, setelah viralnya investasi bodong di tahun 2021 membuat stigma atau anggapan bahwa saham itu juga sama dengan investasi-investasi bodong tersebut. Sebelum mengatakan saham itu judi dan investasi bodong, perlu kita ketahui terlebih dahulu Apa itu saham. Saham ini merupakan investasi yang ada wujudnya, tidak seperti binary option yang kemarin sempat viral yang hanya menebak naik turunnya suatu grafik. Jadi, perusahaan-perusahaan yang menerbitkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia merupakan perusahaan yang benar-benar ada kantornya dan jelas bidang usahanya. Berikut beberapa penjelasan yang membuktikan bahwa saham itu bukanlah judi dan bukan pula investasi bodong.
1. Produk Pasar Modal dan Telah Diawasi OJK
Pasar modal memiliki definisi yang serupa dengan pasar sayur atau pasar buah. Jika pasar sayur atau buah merupakan pasar yang mempertemukan penjual dan pembeli sayur atau buah, pasar modal adalah pasar yang mempertemukan pihak yang membutuhkan modal dan pihak yang memberikan modal. Sederhananya pasar modal adalah tempat di mana kita bisa memperjual-belikan produk-produk pasar modal. Secara garis besar produk dari pasar modal ada 4, yaitu saham biasa, saham preferen, obligasi, dan reksadana. Pasar modal sendiri sudah dijamin legal karena sudah diatur ketentuannya di dalam undang-undang. Undang-undang yang mengatur pasar modal yaitu Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal. Selain itu pasar modal juga telah diaasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Dari sini dapat kita simpulkan bahwa saham merupakan produk investasi yang sudah legal dan bukan investasi bodong.
2. Saham Menjadi Judi jika Tanpa Ilmu Pengetahuan
Seperti judulnya, saham menjadi judi jika tanpa didampingi ilmu pengetahuan. Ketika kita ingin melakukan jual-beli saham, maka kita harus mempunyai alasan dan analisis mengapa kita membeli saham tersebut. Contohnya, seorang investor jangka panjang akan lebih menggunakan analisis fundamental sebagai dasar keputusan untuk membeli saham. Sedangkan seorang investor jangka pendek akan lebih menggunakan analisis teknikal untuk dijadikan alasan membeli suatu saham. Seseorang dikatakan berjudi saham ketika ia membeli dan menjual saham hanya menggunakan perasaan saja tanpa melakukan analisis terlebih dahulu.
3. Investasi Berbeda dengan Judi
Kata judi di kalangan kita lebih sering terdengar saat ada pertandingan bola, iya kita menyebutnya judi bola. Judi bola jika menang maka uang kita akan menjadi 2 kali lipat dari jumlah taruhan, tetapi jika kalah maka uang kita akan habis atau menjadi Rp0. Jika kita investasi saham dengan didampingi ilmu pengetahuan, ketika kita rugi kita akan mengalami kerugian dengan besaran sesuai dengan risiko yang telah kita tentukan di awal. Tidak seperti judi yang akan membuat uang kita menjadi Rp0 saat kalah. Judi lebih identik dengan tebak-tebakan yang hasil akhirnya adalah menang atau kalah. Sedangkan investasi saham hasil akhirnya bukan menang atau kalah, tetapi analisis yang dilakukan benar atau salah. Jika analisis kita benar maka kita akan mendapatkan keuntungan. Sebaliknya jika analisis kita salah maka kita akan mengalami kerugian, tetapi uang kita hanya akan dikurangi kerugian. Tidak seperti judi yang akan membuat uang kita menjadi Rp0 saat kalah. Pastikan saat menganalisis suatu saham kalian sudah melakukan MM (Money Management), artinya kalian sudah memperkirakan berapa persen keuntungan yang akan kalian dapatkan dan berapa persen kerugian yang siap kalian terima.
Oleh: A. R. Agustian



