Keuntungan dan Risiko Investasi Saham

Keuntungan Investasi Saham

Banyak orang yang masih beranggapan bahwa saham sama dengan investasi ilegal yang pernah viral di tahun 2021. Padahal, saham merupakan investasi yang sudah legal dan telah diawasi oleh OJK. Investasi di saham memiliki beberapa keuntungan dibandingkan berinvestasi di instrumen keuangan lain, seperti obligasi, reksadana, dan lain-lain. Berikut beberapa keuntungan investasi saham secara umum versi Swing Syariah.

  • Mendapatkan Dividen

Dividen rutin setiap tahun merupakan salah satu keuntungan yang menarik minat investor jangka panjang. Dividen merupakan pembagian keuntungan perusahaan kepada para pemegang sahamnya. Artinya jika perusahaan untung maka perusahaan akan membagikan dividen dan jika perusahaan mengalami kerugian maka perusahaan tidak akan membagikan dividen. Jika suatu perusahaan membagikan dividen secara rutin setiap tahun, bisa kita simpulkan bahwa perusahaan tersebut selalu mendapatkan keuntungan setiap tahunnya. Hal itu dapat menambah keyakinan investor jangka panjang untuk menanamkan modalnya atau membeli saham perusahaan tersebut untuk investasi jangka panjang.

  • Mendapatkan Capital Gain

Capital gain merupakan keuntungan modal yang diperoleh seorang investor ketika menjual sahamnya dengan harga yang lebih tinggi daripada harga belinya. Jika kita buatkan rumus dari capital gain maka bisa kita rumuskan sebagai berikut.

Capital Gain = Harga Jual – Harga Beli
Keterangan: Harga Jual lebih tinggi daripada harga beli

Contohnya, seorang investor membeli saham PT Suka Jaya Tbk dengan harga Rp100 per lembar saham. Kemudian setelah beberapa tahun atau beberapa waktu kemudian dia menjual saham tersebut dengan harga Rp125 per lembar saham. Jika kita hitung menggunakan rumus di atas yaitu Rp125 – Rp100 maka dapat kita ketahui bahwa investor tersebut mendapatkan keuntungan sebesar Rp25 per lembar saham. Seorang investor jangka panjang tidak akan terlalu ambil pusing dengan naik-turunnya harga saham suatu perusahaan dalam jangka pendek jika tidak ada perubahan fundamental dari perusahaan tersebut. Namun, bagi investor jangka panjang naik-turunnya harga saham setiap waktunya akan menjadi pertimbangan bagi investor tersebut untuk membeli atau menjual sahamnya tersebut.

  • Mengurangi Risiko Aset Termakan Inflasi

Inflasi sederhananya merupakan kenaikan harga barang-barang secara umum pada suatu periode dan membuat nilai uang kita akan menurun. Contohnya, dulu dengan Rp2000 kita bisa dapat 4 buah gorengan. Namun, sekarang kita hanya dapat membeli 3 buah saja. Tingkat inflasi biasanya diukur setiap satu bulan dan akan dikumpulkan untuk dilakukan penghitungan setiap tahunnya. Setiap tahunnya tingkat inflasi di Indonesia cenderung terus mengalami peningkatan, artinya harga barang-barang pun cenderung mengalami kenaikan. Investasi saham akan meningkatkan peluang keuntungan yang lebih cepat dan lebih besar dibandingkan kenaikan tingkat inflasi dengan catatan risiko kerugian pun dapat terjadi jika kita salah dalam melakukan analisis. Jika dibandingkan dengan menyimpan uang dalam bentuk tabungan di bank atau menyimpan uang di bawah kasur, investasi di saham memiliki peluang keuntungan yang lebih besar sehingga memiliki kemampuan melawan inflasi yang lebih besar juga.

  • Merdeka Finansial di Masa Depan

Setiap orang memiliki definisi merdeka finansialnya masing-masing. Namun, secara umum merdeka finansial adalah ketika seseorang memiliki kemampuan untuk membeli barang apa pun yang diinginkan dan tidak terkendala karena tidak punya uang. Berinvestasi di instrumen saham dengan pengetahuan dan analisis yang baik dapat membuat kita merdeka finansial di masa depan, contohnya Warren Buffet dan Lo Kheng Hong.

Risiko Investasi Saham

Berinvestasi di saham tidak pasti selalu mendapatkan keuntungan. Setiap orang yang berinvestasi di saham pasti pernah juga mengalami kerugian karena prinsip utama di saham adalah “High Risk High Return” artinya dibalik keuntungan yang tinggi juga terdapat risiko keugian yang besar. Berikut beberapa risiko ketika berinvestasi di saham.

  • Mengalami Capital Loss

Capital loss merupakan kebalikan dari capital gain yaitu kerugian modal ketika harga jual saham kita lebih rendah daripada harga belinya. Contohnya, seorang investor membeli saham PT Suka Jaya Tbk dengan harga Rp125 per lembar saham. Kemudian setelah beberapa tahun atau beberapa waktu kemudian dia menjual saham tersebut dengan harga Rp100 per lembar saham. Jika kita hitung menggunakan rumus di atas yaitu Rp100 – Rp125 maka dapat kita ketahui bahwa investor tersebut mendapatkan kerugian sebesar Rp25 per lembar saham.

Capital Loss = Harga Jual – Harga Beli
Keterangan: Harga Jual lebih rendah daripada harga beli
  • Perusahaan Mengalami Kebangkrutan

Perusahaan dikatakan bangkrit salah satunya ketika perusahaan tersebut tidak dapat melunasi utang-utangnya. Ketika bangkrut, perusahaan akan menjual semua asetnya untuk melunasi semua utang-utangnya. Lalu bagaimana dengan nasib para investornya? Ketika masih tersisa aset setelah membayar utang maka modal para investornya akan dikembalikan oleh perusahaan dengan sisa aset setelah melunasi utang tadi. Namun, urutan pelunasannya adalah dari para pemegang obligasi, saham preferen, baru saham biasa. Kita sebagai investor saham biasa akan mendapatkan modal kita kembali jika masih tersisa aset setelah membayar obligasi dan saham preferen. Jadi, peluang kita untuk mendapatkan modal kita kembali sebagaii pemegang saham biasa sangatlah kecil dan akibatnya kita akan kehilangan modal yang kita tanamkan di perusahaan tersebut.

Oleh: A. R. Agustian