10 Istilah dalam Investasi Saham

1. Emiten

Emiten adalah sebutan atau nama lain bagi perusahaan yang menjual sahamnya di Bursa Efek Indonesia. Perusahaan yang disebut sebagai emiten bisa berasal dari perusahaan swasta maupun BUMN, baik perusahaan terbuka ataupun perusahaan tertutup. Emiten itu tidak harus perusahaan terbuka karena terdapat perbedaan definisi di antara keduanya. Di lansir dari laman OJK, perusahaan terbuka adalah Perseroan terbatas (PT) yang sahamnya sudah dimiliki oleh minimal 300 pemegang saham dan modal minimal yang disetor adalah Rp3.000.000.000 (tiga miliar rupiah) atau sesuai aturan yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah. Dilansir dari laman CIMB Niaga, perbedaan yang paling signifikan antara apa itu emiten dengan perusahaan publik adalah emiten merupakan pihak yang melakukan IPO sedangkan Perusahaan Publik merupakan Perseroan Terbatas (PT) yang sudah melakukan IPO.

2. Take Profit (TP)

Take profit berasal dari Bahasa Inggris yang bila kita terjemahkan ke bahasa Indonesia adalah mengambil keuntungan. Istilah ini biasa digunakan investor ketika berhasil menjual sahamnya dengan harga yang lebih tinggi daripada harga belinya.

3. Potential Gain

Sedikit berbeda dengan take profit, potential gain terjadi ketika harga saham yang investor tersebut miliki lebih tinggi daripada harga belinya, tetapi dia belum menjual sahamnya. Jadi, keuntungan yang ia miliki masih bersifat potensial. Potential gain bisa saja hilang ketika harga saham yang ia miliki mengalami penurunan sebelum ia menjualnya.

4. Cut Loss (CL)

Cut loss adalah lawan dari take profit. Jika take profit membahas keuntungan maka cut loss membahas kerugian ketika seorang investor menjual sahamnya dengan harga yang lebih rendah daripada harga belinya.

5. Potential Loss

Sedikit berbeda dengan cut loss, potential loss terjadi ketika harga saham yang investor miliki lebih rendah daripada harga belinya, tetapi dia belum menjual sahamnya tersebut. Sehingga, kerugiannya masih bersifat potensial dan bisa saja berubah menjadi keuntungan ketika harga saham tersebut mengalami kenaikan dan lebih tinggi daripada harga belinya.

6. Trailing Stop (TS)

Trailing stop merupakan sebuah fitur yang biasanya disediakan oleh sekuritas saham untuk menjaga keuntungan investor. Trailing stop digunakan ketika seorang investor memiliki potential gain dan belum mau menjualnya karena mungkin menurut analisisnya harga saham yang ia miliki masih bisa naik lagi. Namun, tidak ada analisisnya yang 100% pasti benar. Oleh karena itu, biasanya investor akan menggunakan fitur trailing stop untuk menjaga keuntungan mereka jika harga saham tersebut malah mengalami penurunan. Contohnya, ketika saham yang dimiliki oleh seorang investor sudah naik 3%, biasanya ia akan memasang trailing stop 2% di atas harga belinya. Artinya, ketika harga saham tersebut malah turun maka akan otomatis terjual dan investor tersebut akan mendapatkan keuntungan 2%. Jika saham tersebut mengalami kenaikan lebih tinggi, biasanya seorang investor juga akan menaikkan lagi persenan trailing stopnya. Bisa menjadi 4% atau 5% sesuai analisisnya.

7. Stop Loss (SL)

Stop loss merupakan sebuah fitur yang biasanya disediakan oleh sekuritas saham untuk membatasi kerugian investor. Stop loss digunakan ketika seorang investor memiliki potential loss dan belum mau menjualnya karena mungkin menurut analisisnya harga saham yang ia miliki masih bisa naik lagi. Namun, tidak ada analisisnya yang 100% pasti benar. Oleh karena itu, biasanya investor akan menggunakan fitur stop loss untuk membatasi kerugian mereka jika harga saham tersebut malah mengalami penurunan. Contohnya, ketika saham yang dimiliki oleh seorang investor sudah turun -2%, biasanya ia akan memasang stop loss -3% di bawah harga belinya. Artinya, ketika harga saham tersebut mengalami penurunan lagi maka akan otomatis terjual dan investor tersebut akan mengalami kerugian -3%. Jika saham tersebut malah naik, biasanya seorang investor akan menaikkan persenan stop lossnya bisa menjadi -1%, sesuai harga belinya, atau malah menjadi trailing stop yang artinya menjaga keuntungan bukan lagi membatasi kerugian. Manfaatnya adalah ketika investor memasang SL -3% maka kerugian investor tersebut terbatas sebesar -3%. Beda lagi jika investor tidak memasang SL maka mungkin saja ia akan mengalami kerugian yang lebih besar dari -3%.

8. Capital Gain

Capital gain merupakan keuntungan modal yang diperoleh seorang investor ketika menjual sahamnya dengan harga yang lebih tinggi daripada harga belinya.

Harga Jual lebih tinggi daripada harga beli

Contohnya, seorang investor membeli saham PT Suka Jaya Tbk dengan harga Rp100 per lembar saham. Kemudian setelah beberapa tahun atau beberapa waktu kemudian dia menjual saham tersebut dengan harga Rp125 per lembar saham. Jika kita hitung Rp125 – Rp100 maka dapat kita ketahui bahwa investor tersebut mendapatkan keuntungan sebesar Rp25 per lembar saham. Seorang investor jangka panjang tidak akan terlalu ambil pusing dengan naik-turunnya harga saham suatu perusahaan dalam jangka pendek jika tidak ada perubahan fundamental dari perusahaan tersebut. Namun, bagi investor jangka panjang naik-turunnya harga saham setiap waktunya akan menjadi pertimbangan bagi investor tersebut untuk membeli atau menjual sahamnya tersebut.

9. Capital Loss

Capital loss merupakan kebalikan dari capital gain yaitu kerugian modal ketika harga jual saham kita lebih rendah daripada harga belinya. Contohnya, seorang investor membeli saham PT Suka Jaya Tbk dengan harga Rp100 per lembar saham. Kemudian setelah beberapa tahun atau beberapa waktu kemudian dia menjual saham tersebut dengan harga Rp75 per lembar saham,maka dapat kita ketahui bahwa investor tersebut mengalami kerugian sebesar Rp25 per lembar saham.

Harga Jual lebih rendah daripada harga beli

10. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) adalah nilai gabungan seluruh saham yang ada di pasar saham yang menunjukkan peningkatan atau penurunan kinerja saham Indonesia bahkan dari beberapa sumber mengatakan bahwa IHSG adalah cerminan kondisi perekonomian Indonesia. Artinya, ketika IHSG mengalami peningkatan maka ekonomi Indonesia juga sedang mengalami peningkatan, begitu juga sebaliknya. IHSG biasanya juga menjadi patokan bagi seorang investor untuk membeli saham sekarang atau nanti menunggu IHSG menunjukkan pertanda kenaikan.

Oleh: A. R. Agustian

One thought on “10 Istilah dalam Investasi Saham

Comments are closed.