Definisi, Regulasi, Manfaat, serta Tips ARA dan ARB Saham

Definisi ARA dan ARB Saham

  1. Auto Rejection Atas (ARA)

Auto rejection atas (ARA) adalah kondisi atau batasan ketika harga suatu saham naik tinggi dan tidak bisa naik lebih tinggi lagi. Contohnya, ketika suatu saham dengan harga awal Rp208 sudah naik 25% hingga harga Rp260 maka saham itu sedang ARA karena harganya sudah tidak bisa naik lebih tinggi lagi.

  • Auto Rejection Bawah (ARB)

Auto rejection bawah adalah kondisi atau batasan ketika harga suatu saham turun dalam dan sudah tidak bisa turun lebih rendah lagi. Contohnya, ketika suatu saham dengan harga awal Rp100 dengan aturan terbaru ARB maksimal 7% maka ketika harganya turun menjadi Rp93 maka harga saham tersebut sudah tidak bisa turun lagi.

Regulasi ARA dan ARB Saham

  1. Auto Rejection Atas (ARA)

Sobat Swing Syariah wajib tahu jika terdapat perbedaan aturan ARA ketika sebelum dan saat pandemi Covid-19. Untuk lebih lengkapnya, berikut aturan Auto Rejection Atas sebelum dan saat pandemi Covid-19 berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Nomor Kep-00023/BEI/03-2020.

Harga SahamARA
<200 (kurang dari 200)35%
200-5000 (200 sampai 5000)25%
>5000 (lebih dari 5000)20%
Sebelum Pandemi Covid-19
Harga SahamARA
<200 (kurang dari 200)35%
200-5000 (200 sampai 5000)25%
>5000 (lebih dari 5000)20%
Saat Pandemi Covid-19
  • Auto Rejection Bawah (ARB)

Sobat Swing Syariah wajib tahu jika terdapat perbedaan aturan ARB ketika sebelum dan saat pandemi Covid-19. Sebelum pandemi, aturan ARA ARB dilakukan secara simetris. Maksudnya, batasan ARA dan ARB memiliki besaran yang sama. Contohnya, jika ARA-nya 25% maka ARB-nya pun 25%. Sedangkan saat pandemi, aturan ARA ARB diubah menjadi tidak simetris lagi. Untuk lebih lengkapnya, berikut aturan ARA ARB sebelum dan saat pandemi Covid-19 berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Nomor Kep-00023/BEI/03-2020.

Harga SahamARB
<200 (kurang dari 200)35%
200-5000 (200 sampai 5000)25%
>5000 (lebih dari 5000)20%
Sebelum Pandemi Covid-19
Harga SahamARB
<200 (kurang dari 200)7%
200-5000 (200 sampai 5000)7%
>5000 (lebih dari 5000)7%
Saat Pandemi Covid-19

Manfaat ARA dan ARB Saham

Sebagaimana pengertiannya, ARA dan ARB saham memiliki tujuan untuk memberi batasan atas kenaikan atau penurunan harga suatu saham. Hal ini memberikan beberapa manfaat bagi seorang investor. Manfaat yang pertama adalah pergerakan harga saham menjadi lebih terkontrol. Adanya batasan ARA dan ARB membuat pergerakan saham tidak terjadi secara ekstrem yang misalnya menyebabkan beberapa saham naik ratusan persen dan beberapa saham lainnya justru turun ratusan persen. Manfaat kedua yaitu investor, khususnya investor jangka panjang, tidak perlu cemas untuk terus memperhatikan harga sahamnya. Hal tersebut disebabkan karena saham yang dimilikinya maksimal turun 7% dalam sehari. Berbeda dengan kripto yang tidak ada batasan kenaikan atau penurunannya. Sehingga bagi yang memiliki kripto harus terus memantau pergerakan harga kriptonya. Manfaat ketiga, investor bisa melakukan analisis ulang jika saham yang dimilikinya terus mengalami ARA atau ARB. Tentu saja selalu ada alasan dibalik setiap kejadian, termasuk ARA dan ARB pada suatu saham.

Tips ARA dan ARB Saham

  • Auto Rejection Atas (ARA)

Tips untuk saham yang ARA adalah bagi pemula disarankan jangan membeli saham yang sedang ARA karena dikhawatirkan pada esok hari saham yang ARA akan turun. Saham yang sudah ARA di hari sebelumnya rawan ARB di hari berikutnya dikarenakan kemungkinan banyak investor yang sudah untung banyak akan menjual seluruh sahamnya secara bersamaan sehingga akan membuat harga turun hingga maksimal menyentuh level ARB. Namun, memang ada aliran investor yang dinamakan ARA Hunter. Cara kerja mereka adalah mencari saham-saham yang berpotensi ARA, tetapi perlu diingat bahwa mereka melakukan itu karena memiliki pengetahuan dan pengalaman di bidang tersebut.

  • Auto Rejection Bawah (ARB)

Tips untuk saham yang ARB adalah bagi pemula disarankan jangan membeli saham yang sedang ARB karena dikhawatirkan pada esok hari saham yang ARB akan ARB lagi. Saham yang ARB di hari sebelumnya rawan akan ARB lagi dikarenakan ketika suatu saham ARB pasti ada penyebab dibalik ARB-nya itu. Bisa jadi kita belum mengetahui kabar buruk tentang perusahaan itu, tetapi beberapa investor dengan modal besar sudah mengetahui kabar buruk tersebut. Akibatnya, investor dengan modal besar kemungkinan akan menjual seluruh sahamnya yang dapat menyebabkan harga saham tersebut terus mengalami penurunan. Namun, memang ada aliran investor yang dinamakan ARB Hunter. Cara kerja mereka adalah mencari saham-saham yang sedang ARB dan menjual ketika terjadi kenaikan sementara, tetapi perlu diingat bahwa mereka melakukan itu karena memiliki pengetahuan dan pengalaman di bidang tersebut.

Oleh: A. R. Agustian