1. Investor Jangka Panjang atau Sleeping Investor
Investor jangka panjang adalah tipe investor yang menanamkan modalnya pada suatu perusahaan dan menyimpan bentuk kepemilikannya (contohnya saham) tersebut dalam jangka waktu yang panjang, biasanya antara bulanan sampai dengan tahunan. Kemampuan analisis yang harus dimiliki oleh investor jangka panjang adalah analisis fundamental, yaitu dengan memahami dan selalu memantau setiap laporan keuangan yang diterbitkan oleh perusahaan. Seorang investor jangka panjang harus paham betul mengenai bagaimana kinerja perusahaan yang dipilihnya dan yakin dengan prospek atau masa depan perusahaan tersebut akan berjalan dengan baik. Oleh karena itu tipe investor ini disebut sebagai sleeping investor karena melakukan jual-beli saham hanya beberapa kali saja dalam beberapa bulan atau tahun.
2. Position Trader Investor atau Jangka Menengah
Position trader adalah tipe investor yang menanamkan modalnya pada suatu perusahaan dan menyimpan bentuk kepemilikannya (contohnya saham) tersebut dalam jangka waktu cukup panjang, biasanya antara mingguan sampai dengan bulanan. Kemampuan analisis yang harus dimiliki oleh investor jangka menengah adalah analisis fundamental dan dasar analisis teknikal. Kemampuan analisis fundamental yang dimiliki harus sudah cukup kuat karena tipe investor ini akan menyimpan sahamnya dalam jangka waktu yang cukup lama. Sedangkan, kemampuan analisis teknikal dasar yang harus dimiliki setidaknya tipe investor ini harus paham mengenai support dan resistance karena dalam waktu mingguan atau bulanan biasanya investor tipe ini akan bergonta-ganti saham.
3. Swing Trader
Swing trader adalah tipe investor yang menanamkan modalnya pada suatu perusahaan dan menyimpan bentuk kepemilikannya (contohnya saham) tersebut dalam janga waktu harian sampai dengan mingguan. Kemampuan analisis yang harus dimiliki oleh tipe investor ini adalah analisis teknikal dan dasar analisis fundamental. Kemampuan analisis teknikal yang dimiliki harus sudah cukup kuat karena jangka waktu harian sampai dengan mingguan tipe investor ini biasanya akan bergonta-ganti saham dengan intensitas yang cukup sering. Sedangkan, tipe investor ini setidaknya kemampuan analisis fundamental dasar untuk mengetahui apakah perusahaan yang akan diperdagangkannya itu adalah perusahaan yang baik atau buruk.
4. Day Trader
Day trader adalah tipe investor yang menanamkan modalnya pada suatu perusahaan dan menyimpan bentuk kepemilikannya (contohnya saham) tersebut dalam jangka waktu 1 (satu) hari, artinya tipe investor ini akan melakukan jual beli saham tiap beberapa menit atau tiap beberapa jam dalam 1 (satu) hari tersebut. Kemampuan analisis yang harus dimiliki oleh tipe investor ini adalah analisis teknikal yang kuat. Tipe investor ini harus memiliki kemampuan yang kuat di bidang analisis teknikalnya karena ia sangat aktif dalam melakukan jual-beli dalam waktu yang cukup singkat.
5. Scalper
Scalper adalah tipe investor yang menanamkan modalnya pada suatu perusahaan dan menyimpan bentuk kepemilikannya (contohnya saham) tersebut dalam jangka yang sangat pendek, biasanya waktu detik sampai dengan jam. Kemampuan analisis yang harus dimiliki oleh tipe investor ini adalah analisis teknikal, broker summary, dan tape reading yang kuat. Tipe investor ini harus memiliki kemampuan dan jam terbang yang kuat di ketiga jenis analisis tersebut karena biasanya scalper akan mencari saham yang akan diperjual-belikannya berdasarkan analisis bandarmology melalui broker summary, lalu mencari posisi jual beli dengan analisis teknikal, dan analisis tape reading untuk membaca mau di bawa kemana harga saham tersebut. Seorang scalper harus terus memantau sahamnya setelah membeli saham tersebut karena biasanya saham yang dibeli merupakan saham gorengan yang memiliki pergerakan harga tidak stabil, yaitu naik turun dengan sangat cepat. Intinya tipe investor ini adalah investor yang memiliki profil risiko yang paling tinggi.
Oleh: A. R. Agustian



