TA 03. Strategi Trading Dengan Indikator Momentum RSI, MACD, Stochastic

Tentang Indikator Momentum

  • Indikator momentum merupakan tool analisa teknikal yang dapat digunakan untuk menentukan kekuatan atau kelemahan harga suatu saham. 
  • Momentum mengukur tingkat naik atau turunnya harga saham. 
  • Indikator momentum umum mencakup Relative Strength Index (RSI), Moving Average Convergence Divergence (MACD), dan juga ada yang memasukkan indikator Stochastic ke dalam kategori ini.
  • Selain sebagai indikator momentum, ketiga ini juga bisa disebut sebagai indikator trend atau kekuatan trend dalam jangka waktu tertentu.

Cara Memanfaatkan Indikator RSI, MACD, Stochastic

  • RSI, MACD, dan Stochastic mengindikasikan area jenuh jual atau Oversold (artinya harga sudah turun cukup dalam dan akan segera naik) serta area jenuh beli atau Overbought (artinya sudah terlalu banyak yang beli maka waspada harga akan turun).
  • Untuk RSI dan Stochastic, area/garis bawah pada indikator adalah area jenuh jual (oversold) yang berarti itu adalah area beli.
  • Untuk RSI dan Stochastic, area/garis atas pada indikator adalah area jenuh beli (overbought) yang berarti itu adalah area jual.
  • Khusus untuk MACD, momen belinya (siap-siap naik) adalah ketika garis MACD berada di bawah (lembah) dan crossing/patah ke atas. Sedangkan momen jualnya (waspada turun) adalah ketika garis MACD berada di atas (puncak gunung) dan crossing/patah ke bawah.
  • Untuk analisa lanjutan, indikator RSI, MACD, dan Stochastic juga digunakan sebagai tool untuk identifikasi Divergence baik itu bullish maupun bearish divergence (reguler dan hidden).
  • Untuk lebih jelasnya silahkan lihat gambar di atas yang langsung membandingkan sinyal yang diberikan oleh ke 3 indikator ini.