FA 01. Apa itu analisa Fundamental?

Mengenal Analisa Fundamental

  • Analisa Fundamental atau dalam Bahasa Inggrisnya fundamental analysis (FA) mengukur nilai intrinsik sebuah emiten (perusahaan) dengan menganalisa faktor ekonomi dan keuangannya. 
  • FA mencakup analisa semua aspek yang dapat mempengaruhi nilai atau harga sebuah emiten, seperti faktor ekonomi makro yang mencakup keadaan ekonomi dan kondisi industri hingga faktor ekonomi mikro seperti efektivitas manajemen perusahaan. Hal ini dilakukan untuk menyimpulkan apakah harga saham emiten tersebut layak dibeli dan akan memberikan keuntungan yang diharapkan atau tidak.
  • Maka, jika harga saham saat ini dianggap lebih rendah dari harga wajarnya, saham tersebut dianggap undervalued, dan direkomendasikan untuk dibeli. Sebaliknya, jika harga saham saat ini dianggap lebih tinggi dari harga wajarnya, saham tersebut dianggap overvalued, dan disarankan untuk tidak dibeli.
  • Pada umumnya analisa FA ini dibutuhkan untuk tujuan investasi saham jangka Panjang, bukan untuk aktivitas trading saham jangka pendek.
  • Analisis fundamental memanfaatkan data keuangan yang tersedia untuk umum untuk mengevaluasi nilai atau harga saham tersebut. Selain data laporan keuangan, analisa FA tentunya juga membertimbangkan aspek lain seperti ‘kualitas’ manajemen, tren segment atau industri, serta ekonomi Makro.

Cheatsheet Analisa Fundamental

  • Pastikan anda paham proses bisnis (gambar bisnis model canvas)
  • Pastikan demand dari produk atau jasa perusahaan tersebut selalu ada dan bertumbuh
  • Pastikan bahwa perusahaan memiliki economic moat (keunggulan kompetitif) yang baik
  • Pastikan ada backup dari regulasi yang relevan dengan perkembangan bisnis perusahaan. Misalnya dengan adanya regulasi yang menyatakan bahwa pemerintah akan memberikan insentif tertentu kepada sebuah segment masyarakat, dimana hal tersebut berdampak positif terhadap bisnis perusahaan.
  • Pastikan perusahaan memiliki visi/value yang sama dengan kamu sehingga kamu memiliki conviction dan kepercayaan terhadap emiten tersebut.
  • Tentunya, jangan lewatkan analisa laporan keuangan perusahaan secara detail, dengan mempertimbangkan kondisi perusahaan dalam jangka waktu (time horizon) yang panjang.