TA 01. Support dan Resist (S&R) – Area Pantulan

Tentang Support dan Resistance

  • Support adalah area di mana harga tidak dapat turun lebih dalam dan memantul kembali ke atas. Oleh karena itu posisinya berada di bawah harga saat ini. Area ini biasa dijadikan sebagai area Buy.
  • Resistance adalah area di mana harga tidak dapat naik lebih tinggi dan harga akan memantul ke bawah. maka posisinya adalah di atas harga saat ini (harga yang menjadi referensi). Area ini biasa dijadikan sebagai area Sell, atau area pantauan untuk mencari momentum Buy on Breakout (BoB).
  • Support dan resistance pada harga saham merupakan salah satu cara trader atau investor untuk mengidentifikasi range pergerakan harga saham dan mendapatkan momentum untuk aksi Buy atau Sell melalui posisi harga dan Support serta Resistancenya.
  • Pada dasarnya konsep dari Support dan Resistance adalah analisa area pantulan harga saham, baik itu pantulan ke atas ataupun pantulan ke bawah. 
  • Ketika area Support ditembus ke bawah, maka area tersebut dijadikan sebagai area Resistance yang baru. Begitu juga sebaliknya, jika area Resistance ditembus ke atas, maka area tersebut dijadikan sebagai area Support yang baru.
  • Pola Support dan Resistance diantaranya dapat berupa garis pantulan horizontal seperti gambar di atas, atau channel pada pola miring uptrend dan downtrend, atau dengan menggunakan garis-garis Fibonacci, atau berupa Chart Pattern, atau yang lainnya.

Cara Menentukan area Support dan Resistance 

  • Sediakan chart dari harga saham yang ingin dianalisa (biasanya candlestick) serta tentukan Time Framenya (biasanya daily/harian), timeframe ini dapat diubah sesuai kebutuhan. 
  • Tentukan pola Support dan Resistance yang akan digunakan apakah berupa garis pantulan horizontal seperti gambar di atas, atau channel pada pola miring uptrend dan downtrend, atau dengan menggunakan garis-garis Fibonacci, atau juga berupa Chart Pattern, atau yang lainnya. 
  • Tentukan dua buah Titik Puncak (swing high) harga, dimana harga pernah berbalik arah ke bawah dan tandai area tersebut (biasanya dengan sebuah garis). Maka kamu telah memiliki area Resistance.
  • Tentukan dua buah Titik Lembah atau bawah (swing low) harga, dimana harga pernah berbalik arah ke atas dan tandai area tersebut (biasanya dengan sebuah garis). Maka kamu telah memiliki area Support.
  • Selain garis horizontal tentunya kamu juga bisa gunakan pola Support dan Resistance lainnya seperti halnya channel pada pola miring uptrend dan downtrend, atau dengan menggunakan garis-garis Fibonacci, atau juga berupa Chart Pattern, atau yang lainnya.