Jenis-Jenis Analisis Saham

1. Analisis Fundamental

Analisis fundamental merupakan jenis analisis yang berkaitan erat dengan laporan keuangan suatu perusahaan. Seorang investor jangka panjang harus bisa memahami dan menganalisis laporan keuangan suatu perusahaan agar dapat mengukur kinerja perusahaan tersebut dari watu ke waktu. Biasanya laporan keuangan perusahaan dirilis atau dilaporkan setiap 3 bulan sekali (triwulan). Nah, di waktu itulah seorang investor jangka panjang melakukan analisisnya untuk memutuskan apakah masih lanjut berinvestasi di perusahaan tersebut atau tidak. Beberapa rasio keuangan yang biasa digunakan oleh seorang investor pada umumnya seperti PBV, PER, DAR, DER, EPS, dan masih banyak lagi. Pembahasan lebih lanjut mengenai istilah-istilah tersebut akan dibahas di artikel lainnya yang berjudul Pemula Wajib Tahu: Rasio-Rasio dalam Analisis Fundamental.

2. Analisis Teknikal

Analisis teknikal merupakan analisis yang berkaitan erat dengan chart atau grafik suatu saham perusahaan. Analisis teknikal adalah jenis analisis yang harus dikuasai olleh setiap trader. Di dalam analisis teknikal terdapat banyak sekali unsur yang dapat dipelajari, mulai dari indikator, alat, dan kode-kode yang ada di dalamnya. Indikator yang ada seperti moving average (MA), Relative Strength Index (RSI), Moving Average Convergence Divergence (MACD), dan masih banyak lagi. Alat yang ada seperti Fibonacci Retracement, Rectangle, Path, dan masih banyak lagi. Pembahasan lebih lanjut mengenai istilah-istilah tersebut akan dibahas di postingan berikutnya.

3. Analisis Bandarmology

Sesuai dengan namanya, jenis analisis ini berkaitan erat dengan istilah “bandar”. Bandar di dunia saham adalah sebutan bagi investor yang memiliki dana atau modal besar sehingga mampu menggerakkan harga saham. Analisis bandarmology adalah jenis analisis yang bertujuan untuk mengetahui pergerakan bandar melalui broker summary. Pergerakan investor besar biasanya akan mudah terdeteksi melalui broker summary apakah investor besar tersebut sedang melakukan akumulasi atau distribusi. Akumulasi adalah kegiatan investor besar mengumpulkan saham dengan cara terus membeli suatu saham perusahaan secara terus-menerus. Namun, membaca akumulasi bandar tidak semudah itu. Investor besar atau bandar bisa saja melakukan akumulasi dengan cara menaikkan harga (mark up) atau bisa saja malah dengan cara menurunkan harga (mark down). Sedangkan, distribusi adalah kegiatan investor besar mendistribusikan saham yang telah dimilikinya dengan cara menjual sahamnya secara terus-menerus. Namun, membaca distribusi bandar tidak semudah itu. Investor besar atau bandar bisa saja melakukan distribusi dengan cara menaikkan harga (mark up) atau bisa saja malah dengan cara menurunkan harga (mark down).

4. Analisis Tape Reading

Analisis yang terakhir yaitu tape reading. Tape reading adalah jenis analisis yang berkaitan dengan bid offer atau bid ask. Penggunaan bid offer atau bid ask tergantung pada masing-masing sekuritas. Perbedaan dalam penggunaan istilah itu tidak mempengaruhi maknanya. Analisis bid offer yang dilakukan adalah dengan mengamati perubahan jumlah pesanan atau order di bid dan di offer. Selain bid offer, tape reading juga biasanya mengamati running trade. Pada running trade kita akan diperlihatkan beberapa data seperti waktu terjadi jual beli, kode saham, harga saham tersebut, perubahan harga (naik atau turun), dan besaran lot kejadian. Analisis tape reading ini tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Biasanya jenis analisis ini hanya dilakukan oleh trader profesional dan memang analisis tape reading ini digunakan untuk investasi jangka pendek, seperti scalping.

Oleh: A. R. Agustian