FA 03. Bagaimana cara melakukan Analisa Fundamental (FA)? Step by Step

Bagaimana cara melakukan Analisa Fundamental (FA)?

 

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, analisa fundamental digunakan untuk menentukan kesehatan keuangan dan bisnis perusahaan. Makanya, selalu disarankan untuk melakukan analisa fundamental lengkap mengenai sebuah saham sebelum berinvestasi jika kamu berencana untuk investasi jangka panjang. Apalagi jika kamu ingin mencari saham multi-bagger yang dapat memberikan return yang baik dari tahun ke tahun, maka analisa fundamental adalah alat aktual yang harus kamu manfaatkan. Tapi jangan lupa, Analisa teknikal (TA) juga penting untuk dikuasai karena bisa bantu kamu untuk menentukan titik entri yang ideal (silahkan baca materi mengenai analisa teknikal).

Di sini, kami akan menguraikan beberapa panduan yang jika kamu ikuti dengan disiplin, kamu dapat dengan mudah memilih perusahaan yang kuat secara fundamental.

Berikut ini enam langkah penting yang perlu kamu lakukan dalam FA. Langkah-langkah ini sangat sederhana, namun efektif untuk menemukan perusahaan yang sehat secara fundamental.

 

Langkah 1: Gunakan rasio keuangan untuk screening (penyaringan) awal

Ada lebih dari 700 saham yang terdaftar di bursa saham kita atau IHSG. Jika kamu mulai membaca keuangan semua perusahaan ini (yaitu neraca, laporan laba-rugi, dll), maka mungkin perlu waktu lama. Pendekatan yang lebih baik adalah pertama-tama membuat daftar pendek beberapa perusahaan yang bagus berdasarkan beberapa kriteria. Dan kemudian mempelajari perusahaan-perusahaan yang telah disaring ini satu per satu untuk memilih yang paling cocok untuk kamu.

Untuk penyaringan awal saham, kamu dapat menggunakan berbagai rasio keuangan seperti Price to Earnings (PE) ratio, Price to Book Value (PBV) ratio, ROE, CAGR, Current ratio, Dividend yield, dll. Singkatnya, Kamu perlu menggunakan beberapa rasio keuangan untuk penyaringan awal.

Selanjutnya, untuk melakukan penyaringan saham menggunakan rasio keuangan ini, kamu dapat menggunakan aplikasi sekuritas kamu yang biasanya menyediakan data-data tersebut.

 

Langkah 2: Pahami perusahaan dan bisnisnya

Setelah kamu menyaring perusahaan berdasarkan kriteria di atas, langkah selanjutnya adalah menyelidikinya. Penting bagi kamu untuk memahami perusahaan tempat kamu berinvestasi. Karena jika tidak, kamu tidak akan dapat memutuskan apakah perusahaan berkinerja baik atau buruk, apakah perusahaan membuat keputusan yang tepat menuju tujuan masa depannya atau tidak; bagaimana persaingannya, dan yang paling penting apakah kamu harus tetap memegang atau menjual saham tersebut. Pertanyaan-pertanyaan seperti apa produk/jasa perusahaan, siapa yang memimpin perusahaan (pendiri/pemilik), efisiensi manajemen, kompetitor, dan lain-lain harus kamu ketahui.

Cara sederhana untuk memahami perusahaan adalah dengan mengunjungi situs webnya. Kunjungi situs web perusahaan dan periksa halaman ‘Profil/Tentang’, ‘Produk’, ‘Dewan Direksi’, ‘Investor’, dll. Bacalah pernyataan misi dan visi perusahaan itu. Selanjutnya, jika kamu dapat menemukan laporan tahunan perusahaan, unduh dan bacalah. Laporan ini akan memberikan pengetahuan mendalam tentang perusahaan.

Selanjutnya, jika Kamu dapat memahami produk, layanan & visi perusahaan dan menganggapnya menarik, maka lanjutkan ke langkah berikutnya. Jika tidak, abaikan perusahaan itu.

 

Langkah 3: Pelajari laporan keuangan perusahaan

Setelah memahami profil perusahaan dan merasa tertarik, selanjutnya kamu perlu memeriksa laporan keuangan perusahaan seperti Neraca, Laporan laba-rugi, dan Laporan arus kas.

Sebagai aturan praktis, Pendapatan/Penjualan, laba bersih, dan margin yang positif dan meningkat selama lima tahun terakhir dapat dianggap sebagai pertanda bahwa perusahaan tersebut cukup sehat. Setelah itu, kamu juga perlu memeriksa keuangan lainnya seperti biaya operasional, pengeluaran, aset, kewajiban, dll.

Sekarang, di mana kamu dapat menemukan keuangan perusahaan yang kamu minati untuk berinvestasi? Tentunya di website idx.co.id (https://www.idx.co.id/perusahaan-tercatat/laporan-keuangan-dan-tahunan/) atau data dari sekuritas pilihan kamu. Kamu harus mempelajari keuangan perusahaan dengan cermat untuk dapat memilih saham yang baik untuk investasi jangka panjang.

 

Langkah 4: Periksa hutang perusahaan

Total hutang dalam sebuah perusahaan adalah salah satu faktor terbesar yang harus diperiksa sebelum berinvestasi dalam sebuah saham (kecuali saham perbankan). Sebuah perusahaan tidak dapat berkinerja baik dan memberi imbalan kepada para pemegang sahamnya jika memiliki hutang yang besar. Mereka harus melunasi hutang dan juga membayar bunga atas dana yang dipinjam tersebut susuai temponya.  Singkatnya, hindari perusahaan dengan hutang besar.

Sebagai aturan praktis, selalu berinvestasi di perusahaan dengan rasio hutang/ekuitas kurang dari satu. Kamu juga bisa menggunakan rasio ini dalam penyaringan awal saham untuk menghemat waktu.

Selain itu, resiko lainnya yang perlu diperhatikan adalah jika perusahaan membukukan laba/margin yang terus menurun, likuiditas rendah, dan adanya penjaminan saham untuk hutang.

 

Langkah 5. Pelajari tentang pesaing perusahaan tersebut

Tentukan apa yang dilakukan perusahaan ini yang tidak dilakukan pesaingnya, atau sebaliknya. Ini akan membantu kamu dalam membuat keputusan.

Selanjutnya, kamu harus dapat menjawab pertanyaan ‘mengapa kamu berinvestasi di perusahaan ini dan bukan pesaingnya?’. Jawabannya harus meyakinkan seperti hal-hal yang menyangkut Unique selling point (USP), Competitive advantage, Low-cost products, Brand Value,  future prospects (upcoming projects, new plant), dll.

 

Langkah 6: Analisa prospek masa depan perusahaan

Sebagian besar investasi yang baik didasarkan pada aspek/potensi masa depan perusahaan dan bukan pada situasi mereka saat ini. Investor tertarik pada berapa banyak keuntungan yang bisa mereka dapatkan di masa depan dari investasi mereka saat ini. Oleh karena itu, selalu berinvestasi di perusahaan dengan prospek masa depan yang kuat. Pilihlah hanya perusahaan-perusahaan yang produk atau jasanya masih akan digunakan dua puluh tahun kedepan.

Misalnya, tidak ada gunanya berinvestasi di perusahaan yang hanya fokus dalam membuat Hard-drive komputer atau Flashdisk tanpa prospek jangka Panjang di tengah maraknya cloud drive seperti Dropbox dan Google Drive yang sedang berkembang pesat. Selanjutnya, analisa prospek masa depan perusahaan seperti kemungkinan ekspansi, akuisisi, potensi sumber pendapatan baru di masa depan, dll.

 

 

Ringkasan

Analisa fundamental adalah metode lama dan sudah terbukti powerful untuk menemukan perusahaan yang sehat dan profitable untuk investasi jangka panjang.

Enam langkah sederhana dalam melakukan analisa fundamental tersebut adalah:

Langkah 1: Gunakan rasio keuangan untuk screening (penyaringan) awal

Langkah 2: Pahami perusahaan dan bisnisnya

Langkah 3: Pelajari laporan keuangan perusahaan

Langkah 4: Periksa hutang perusahaan

Langkah 5. Pelajari tentang pesaing perusahaan tersebut

Langkah 6: Analisa prospek masa depan perusahaan