FA 02. Analisa Fundamental 101 via RTI

Sebelum membeli sebuah saham maka seudah semestinya seorang investor ataupun trader memiliki trading plan dan wawasan tentang emiten yang akan dibeli. Dalam menyusun trading plan, investor atau trader tentunya menyeleksi emiten mana yang akan dibeli, screening namanya.

Nah investor atau trader yang baik adalah yang paham akan kondisi saham yang dibelinnya. Dengan memiliki pemahaman dan pengetahuan yang komprehensif, maka secara tidak langsung telah berusaha untuk meminimalisir resiko.

Lalu bagaimana caranya seleksi atau analisanya?

Teman teman dapat menggunakan aplikasi RTI Business sebagai salah satu sumber informasi sederhana. Aplikasi ini gratis dan menyediakan beberapa informasi yang cukup memadai. Dari sini pasti teman-teman bertanya, di aplikasi tersebut perlu lihat apa saja sih? 

Berikut penjelasannya:

Gambar 1
Gambar 2
Gambar 3
  1. Market Cap (lihat Gambar 1) adalah besaran nilai (saham) perusahaan dihargai oleh pasar. Hal ini juga menggambarkan apakah saham tersebut cukup likuid atau tidak. 
  2. EPS (Earning Price Share) Ratio (lihat Gambar 1) adalah laba bersih perusahaan per lembar saham. Mudahnya, EPS menunjukkan berapa banyak laba yang Anda peroleh ketika memiliki selembar saham perusaahan tersebut. Pastikan EPSnya positif bahkan bertumbuh.
  3. Cash Flow (lihat Gambar 1) adalah jumlah uang tunai yang diterima oleh perusahaan dari aktivitas operasi (tidak termasuk aktivitas investasi atau aktivitas pendanaan). Perusahaan yang baik adalah perusahaan yang memiliki nilai cash flow yang positif.
  4. PER (Price Earning Ratio) (lihat Gambar 2) adalah rasio yang menggambarkan seberapa lama profit perusahaan dapat mencapai nilai yang sama dengan harga saham tersebut. Murah atau mahal suatu saham tidak ditentukan oleh besaran nominal harga saham. Maka salah satu alat ukurnya adalah PER untuk membandingkan harga saham saat ini dengan laba yang dihasilkannya. Rasio ini merupakan salah satu yang paling sering diperhatikan bersamaan dengan rasio lainnya.
  5. PBV (Price Book Value) Ratio (lihat Gambar 2) adalah rasio yang menggambarkan apakah emiten yang ditawarkan harganya lebih murah atau lebih mahal bila suatu hari seluruh asset emiten dijual karena perusahaan telah berhenti beroperasi, dan hasil bersih jual asset tersebut (setelah dikurangi hutang/liabilitas, dll) didistribusikan kepada pemegang saham. PBV yang rendah apalagi <1 di anggap murah dan lebih menarik, jika overall kinerja perusahaan adalah positif.
  6. ROE (Return on Equity) (lihat Gambar 2) adalah rasio yang menunjukkan persentase kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih untuk setiap modal yang digunakan. Modal disini adalah jumlah semua asset dikurangi dengan liabilitas/kewajiban/hutang yang dimiliki perusahaan. Perusahaan yang bagus pada umumnya memiliki nilai ROE diatas 20%
  7. DER (Debt Equity Ratio) (lihat Gambar 3) adalah rasio hutang terhadap modal yang perusahaan. Modal disini adalah jumlah semua asset dikurangi dengan liabilitas/kewajiban/hutang yang dimiliki perusahaan. Perusahaan yang sehat umumnya memiliki nilai DER yang kecil, yaitu dibawah 1.