Penyebab Harga Saham Bisa Naik Turun. Pemula Wajib Tahu!

1. Faktor Fundamental Perusahaan

Faktor fundamental perusahaan biasanya akan mempengaruhi naik turunnya harga saham suatu perusahaan. Faktor fundamental yang dimaksud adalah kinerja perusahaan yang dapat dilihat melalui laporan keuangan yang biasanya diterbitkan setiap tuga bulan sekali (triwulan). Bagian dari laporan keuangan perusahaan yang paling sering dilihat oleh kebanyakan investor adalah laba bersih. Ketika kinerja perusahaan mengalami peningkatan atau laba bersihnya mengalami peningkatan maka biasanya harga saham perusahaan tersebut akan mengalami peningkatan. Sebaliknya, ketika kinerja perusahaan mengalami penurunan atau laba bersihnya mengalami penurunan maka biasanya harga saham perusahaan tersebut akan mengalami penurunan.

2. Kebijakan Pemerintah

Kebijakan pemerintah tentu saja berpengaruh bagi kinerja perusahaan karena peraturan-peraturan berasal dari pemerintah. Misalnya pada Januari 2022 kemarin, pemerintah melakukan pelarangan ekspor batu bara ke luar negeri. Hal tersebut tentu saja akan berpengaruh bagi keuntungan diperoleh oleh perusahaan yang bergerak di sektor batu bara. Kesimpulannya, ketika kebijakan pemerintah berdampak baik bagi perusahaan maka harga saham perusahaan tersebut biasanya akan mengalami peningkatan. Sebaliknya ketika kebijakan pemerintah berdampak buruk bagi perusahaan maka harga saham perusahaan tersebut biasanya akan mengalami penurunan.

3. Proyeksi Kinerja Perusahaan

Kinerja perusahaan dapat dijadikan acuan bagi para investor dalam melakukan pengkajian terhadap saham suatu perusahaan. Beberapa hal yang bisa dijadikan pertimbangan dari kinerja perusahaan adalah tingkat dividen tunai yang menjelaskan keuntungan perusahaan dan juga ketersediaan kas, tingkat rasio utang yang menjelaskan kemampuan perusahaan dalam melunasi utang-utangnya, tingkat laba sebagai perbandingan keuntungan yang diperoleh perusahaan, dan masih banyak lagi.  Selain itu, kebijakan pemerintah dan kondisi fundamental ekonomi makro juga bisa dijadikan proyeksi kinerja perusahaan. Setelah melakukan analisis fundamental dan didapatkan hasil bahwa proyeksi kinerja perusahaan diprediksi baik maka biasanya harga saham perusahaan tersebut akan mengalami kenaikan. Sebaliknya, ketika proyeksi kinerja perusahaan diprediksi buruk maka biasanya harga saham perusahaan tersebut akan mengalami penurunan.

4. Faktor Panik Berita-Berita Tertentu

Salah satu penyebab naik turunnya harga saham adalah berita tentang perusahaan tersebut. Biasanya ketika mendapatkan kabar buruk mengenai perusahaan yang sedang dimiliki sahamnya oleh para investor, para investor tersebut akan panik menjual sahamnya secara bersamaan yang akan mengakibatkan harga saham perusahaan tersebut mengalami penurunan. Sebaliknya, ketika mendapatkan kabar baik mengenai perusahaan yang sudah maupun belum dimiliki sahamnya oleh para investor, para investor tersebut akan panik membeli atau menambah saham secara bersamaan yang akan mengakibatkan harga saham perusahaan tersebut mengalami kenaikan. Namun, keadaan berita tersebut belum tentu 100% benar karena kadang ada berita seperti yang ternyata hoax. Oleh karena itu, investor perlu melakukan analisis yang mendalam agar lebih yakin untuk menyimpan saham perusahaan tersebut selama masih sesuai dengan hasil analisisnya.

5. Kondisi Fundamental Ekonomi Makro

Kondisi fundamental ekonomi makro bisa jadi sangat berpengaruh terhadap naik turunnya harga saham suatu perusahaan. Contohnya ketika market crash saat kasus pertama Pandemi Covid-19 ditemukan di Indonesia. Saat itu pasar saham mengalami penurunan yang sangat dalam selama berhari-hari karena kepanikan masyarakat atau para investor yang secara bersamaan menjual sahamnya untuk menarik uang yang ada di saham dan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Pada saat itu hampir semua saham yang ada di Bursa Efek Indonesia mengalami penurunan yang cukup dalam selama berhari-hari. Di kasus lain ketika kabar baik datang yaitu prediksi perekonomian Indonesia akan segera mengalami pemulihan karena vaksin untuk Covid-19 sudah ditemukan. Pada saat itu perlahan harga saham-saham yang memiliki fundamental yang baik mengalami peningkatan terlebih dahulu dan kemudian disusul oleh saham-saham lainnya yang ada di Bursa Efek Indonesia.

Oleh: A. R. Agustian