1. Miliki Pengetahuan sebelum Investasi
Setelah dua pembahasan di atas, teman-teman perlu belajar atau memiliki ilmu terlebih dahulu sesuai dengan jenis investasi kalian. Teman-teman yang ingin berinvestasi jangka panjang disarankan untuk belajar lebih banyak mengenai fundamental suatu perusahaan. Sedangkan teman-teman yang ingin berinvestasi jangka pendek disarankan mulai belajar analsis teknikal dan mungkin juga tape readingĀ. Banyak cara yang bisa digunakan untuk teman-teman belajar, diantaranya bisa melalui youtube, instagram, webinar, seminar, bahkan grup telegram salah satunya grup telegram Swing Syariah (@swingsyariah).
2. Pilih Sekuritas yang Aman
Investasi saham bisa saja tanpa melalui sekuritas, yaitu dengan cara langsung membeli saham suatu perusahaan ke perusahaan tersebut. Tentu saja cara itu cukup rumit apalagi untuk kita yang masih baru di dunia saham. Oleh karena itu, disarankan bagi teman-teman yang baru mulai belajar tentang saham bisa melakukan jual-beli saham melalui sekuritas. Saat ini sudah banyak sekuritas yang menyedikan jasa untuk jual-beli saham dengan berbagai fitur yang ditawarkan oleh masing-masing sekuritas. Beberapa sekuritas saat ini ada yang sudah meyediakan jasa buka akun sekuritas secara online tanpa perlu ke kantor sekuritas tersebut. Pemilihan sekuritas pun perlu disesuaikan dengan jenis investasi kita. Investasi jangka pendek membutuhkan sekuritas yang memiliki server cepat dan lancar. Sedangkan, investasi jangka panjang tidak begitu memerlukan sekuritas yang memiliki server cepat karena tidak setiap hari investor tersebut membuka aplikasi sekuritas untuk memnatau sahamnya. Setelah membeli saham jangan lupa untuk memantau saham tersebut secara berkala, baik untuk investor jangka panjang maupun jangka pendek.
3. Jangan Menaruh Modal di Satu Jenis Investasi atau Diversifikasi
Diversifikasi portofolio terdiri atas dua kata, yaitu diversifikasi dan portofolio. Diversifikasi adalah penganekaragaman, artinya tidak hanya satu jenis saja. Sedangkan, portofolio adalah gabungan pemilikan lebih dari satu saham atau instrumen keuangan lainnya. Singkatnya, diversifikasi portofolio adalah cara berinvestasi dengan membeli beberapa saham yang berbeda dan memiliki sektor yang berbeda pula. Contohnya, seorang investor membeli saham PT Sukajaya Tbk yang berada di sektor energi dan PT Sukamaju TBk yang berada di sektor properti. Jika sudah begitu berarti investor tersebut sudah melakukan diversifikasi portofolio. Bagi seorang investor jenis apa pun itu sangatlah penting untuk melakukan diversifikasi portofolio karena kita tidak pernah tahu saham yang kita miliki pada sektor tertentu akan mengalami kenaikan atau penurunan. Oleh karena itu adanya diversifikasi portofolio diharapkan ketika saham di satu sektor sedang turun, saham di sektor lain sedang naik. Sehingga, kita tidak akan pusing jika semua saham kita yang berada pada sektor yang sama secara bersamaan mengalami penurunan.
4. Pahami Anailisis Fundamental
Bagi seorang investor jangka panjang, analisis fundamental adalah ilmu utama yang harus dimiliki. Analisis fundamental merupakan jenis analisis yang berhubungan dengan laporan keuangan perusahaan. Seorang investor jangka panjang harus bisa memahami laporan keuangan suatu perusahaan agar dapat mengukur kinerja perusahaan tersebut dari watu ke waktu. Biasanya laporan keuangan perusahaan dirilis atau dilaporkan setiap 3 bulan sekali (triwulan). Nah, di waktu itulah seorang investor jangka panjang melakukan analisisnya untuk memutuskan apakah masih lanjut berinvestasi di perusahaan tersebut atau tidak.
5. Jangan All In di Awal
All in di awal maksudnya adalah ketika pertama kali membeli saham suatu perusahaan langsung menggunakan seluruh dana atau modal untuk membeli saham tersebut. Biasanya penyebab seorang investor all in adalah karena ia sudah percaya dengan perusahaan yang diinvestasikan atau investor tersebut merupakan investor pemula yang belum mengerti mengenai money management. Hal ini sangat harus dihindari karena sepercaya apa pun kita terhadap perusahaan yang kita investasikan, akan ada kemungkinan harga perusahaan tersebut mengalami penurunan. Nah, pada saat harga saham perusahaan tersebut mengalami penurunan maka di sanalah kesempatan kita untuk membeli saham tersebut dengan harga yang lebih murah dan tentu dengan jumlah yang lebih banyak. Seorang investor yang sudah all in di awal atau lump sum akan kebingungan karena seluruh modalnya sudah ia gunakan saat pertama kali membeli. Oleh karena itu, sangat penting bagi investor untuk memahami money management yang baik.
Oleh: A. R. Agustian



