5 Kesalahan Investor Pemula

  • Tidak Melakukan Diversifikasi Portofolio

Diversifikasi portofolio terdiri atas dua kata, yaitu diversifikasi dan portofolio. Diversifikasi adalah penganekaragaman, artinya tidak hanya satu jenis saja. Sedangkan, portofolio adalah gabungan pemilikan lebih dari satu saham atau instrumen keuangan lainnya. Singkatnya, diversifikasi portofolio adalah cara berinvestasi dengan membeli beberapa saham yang berbeda dan memiliki sektor yang berbeda pula. Contohnya, seorang investor membeli saham PT Sukajaya Tbk yang berada di sektor energi dan PT Sukamaju TBk yang berada di sektor properti. Jika sudah begitu berarti investor tersebut sudah melakukan diversifikasi portofolio. Bagi seorang investor jenis apa pun itu sangatlah penting untuk melakukan diversifikasi portofolio karena kita tidak pernah tahu saham yang kita miliki pada sektor tertentu akan mengalami kenaikan atau penurunan. Oleh karena itu adanya diversifikasi portofolio diharapkan ketika saham di satu sektor sedang turun, saham di sektor lain sedang naik. Sehingga, kita tidak akan pusing jika semua saham kita  yang berada pada sektor yang sama secara bersamaan mengalami penurunan.

  • Tidak Memperhatikan Portofolio Saham

Kesalahan jenis ini biasanya dilakukan oleh seorang investor jangka panjang. Mereka biasanya lupa jika memiliki saham di perusahaan tertentu karena mereka sudah percaya dengan perusahaan tersebut. Namun, setinggi apa pun tingkat kepercayaan kita terhadap perusahaan yang investasikan, kita harus tetap memonitor atau memantau kinerja dan pergerakan saham perusahaan tersebut. Memonitor perusahaan tersebut tidak harus setiap saat, tetapi dilakukan rutin saja setiap beberapa waktu.

  • Membeli dengan Cara All In

Kesalahan selanjutnya yaitu membeli saham suatu perusahaan dengan cara all in atau menggunakan seluruh modalnya dalam satu kali pembelian. Lagi-lagi biasanya penyebab seorang investor itu all in adalah karena sudah percaya dengan perusahaan yang diinvestasikan atau investor tersebut merupakan investor pemula yang belum mengerti mengenai money management. Hal ini sangat harus dihindari karena sepercaya apa pun kita terhadap perusahaan yang kita investasikan, akan ada kemungkinan harga perusahaan tersebut mengalami penurunan. Nah, pada saat harga saham perusahaan tersebut mengalami penurunan maka di sanalah kesempatan kita untuk membeli saham tersebut dengan harga yang lebih murah dan tentu dengan jumlah yang lebih banyak. Seorang investor yang sudah all in di awal atau lump sum akan kebingungan karena seluruh modalnya sudah ia gunakan saat pertama kali membeli. Oleh karena itu, sangat penting bagi investor untuk memahami money management yang baik.

  • Terjebak Panic Selling

Terjebak panic selling ini adalah kesalahan yang biasanya dilakukan oleh investor jangka pendek deperti day trade atau scalper. Panic selling merupakan kondisi di mana tiba-tiba banyak sekali investor yang menjual sahamnya secara bersama-sama yang mengakibatkan harga saham perusahaan tersebut mengalami penurunan yang cukup dalam. Seorang investor baik jangka pendek maupun jangka panjang harus memiliki perencanaan yang baik. Hal tersebut perlu dilakukan agar ketika terjadi panic selling maka investor tersebut sudah siap dan tahu apa yang harus ia lakukan untuk menangani situasi tersebut.

  • Tergiur dengan Saham Murah

Kesalahan jenis ini biasanya dialami oleh semua investor pemula, baik itu investor jangka panjang maupun investor jangka pendek. Seorang investor pemula biasanya mengira saham yang memiliki harga murah berarti nantinya di masa depan akan memiliki harga yang mahal atau mengalami kenaikan. Mungkin saja secara harga saham tersebut murah, tetapi secara valuasi saham itu sudah mahal. Nah, cara investor menilai valuasi suatu saham itu murah atau mahal biasanya dengan cara analisis fundamental perusahaan tersebut menggunakan laporan keuangannya. Oleh karena itu, bagi investor pemula sangat penting untuk belajar terlebih dahulu sebelum melakukan jual-beli saham.

Oleh: A. R. Agustian