5 Hal yang Perlu Dilakukan oleh Trader

1. Riset dan Screening

Sebagai seorang trader, riset dan screening merupakan hal pertama yang harus dilakukan untuk menentukan saham apa yang akan dibeli nantinya. Riset dan screening bisa dilakukan kapan saja sebelum melakukan aksi, yaitu trading. Riset dan screening bisa menggunakan banyak cara, baik secara manual ataupun menggunakan screener atau apliaksi lainnya tergantung dengan bagaimana gaya trading sobat Swing Syariah. Cara manual biasanya dilakukan dengan menganalisis laporan keuangan, membaca grafik melalui trading view atau chart bawaan aplikasi sekuritas, dan lain-lain. Sedangkan, cara otomatis atau aplikasi biasanya menggunakan screener bawaan dari aplikasi sekuritas, bot telegram seperti yang ada di telegram Swing Syariah, Data Saham Indonesia, dan lain-lain.

2. Buat Watchlist

Setelah melakukan riset dan screening, kemudian kita sudah menemukan saham yang akan kita tradingkan, langkah berikutnya adalah membuat watchlist atau daftar pantauan. Nah, daftar pantauan ini lah yang nantinya akan kita amati selama market atau pasar saham buka dan berlangsung. Disarankan bagi trader pemula untuk fokus saja pada saham yang sudah masuk di watchlist agar bisa mengevaluasi hasil screening tersebut ketika pasar saham sudah tutup.

3. Persiapkan diri

Sebelum melakukan kegiatan trading, alangkah baiknya sobat Swing Syariah melakukan persiapan terlebih dahulu. Persiapan yang bisa dilakukan bisa persiapan secara fisik dan mental. Persiapan fisik dalam artian kondisi fisik harus siap terlebih dahulu agar bisa trading dengan maksimal. Sedangkan, persiapan mental bisa berupa berdoa dan mempersiapkan diri bahwa trading memiliki risiko untuk mengalami kerugian. Sehingga, ketika kita mengalami kerugian maka kita akan siap untuk menanggung kerugian tersebut dan menjadikan kerugian tersebut sebagai bahan pembelajaran untuk menjadi trader yang lebih baik ke depannya.

4. Laksanakan Trading Sesuai dengan Strategi

Ketika sudah siap secara fisik dan mental, kemudian saham yang menjadi pantauan ada yang sesuai dengan strategi awal kita, berarti itu saatnya trading dimulai. Namun, ketika strategi yang kita susun di awal tidak berjalan sesuai dengan rencana, artinya saham yang menjadi pantauan kita tidak sesuai dengan strategi, tidak perlu dipaksakan untuk melakukan trading pada hari itu. Cukup bagi kita mengamati pasar saham hari itu dan jadikan kegagalan strategi ini sebagai evaluasi untuk ke depannya. Jika mulai terbiasa dengan ketidakpastian pasar, biasakan untuk memiliki lebih dari satu strategi. Hal tersebut bertujuan agar ketika strategi pertama gagal, kita masih memiliki strategi lainnya untuk bs=isa trading di hari itu.

5. Review dan Evaluasi

Siklus terakhir dari trading adalah melakukan review dan evaluasi. Setelah selesai melakukan trading, kita perlu melakukan review tentang hasil trading kita. Jika perlu kita bisa membuat rekap atau penghitungan hasil trading kita, seperti berapa kali kita untung dan berapa kali kita rugi, serta berapa total keuntungan atau kerugian kita. Review ini bisa dilakukan setiap harian, mingguan, bulanan, tahunan, atau sesuka masing-masing trader. Yang jelas semakin sering kita melakukan review maka kita akan semakin tahu tentang performa atau hasil trading kita apakah lebih sering untung atau malah lebih sering rugi. Setelah melakukan review barulah kita evaluasi. Hal yang perlu kita evaluasi adalah mengapa hasil trading kita itu bisa untung dan bisa rugi. Setelah melakukan evaluasi maka kita akan mengetahui bagaimana cara untuk mendapatkan keuntungan lagi dan bagaimana cara untuk menghindari kerugian seperti hasil trading yang rugi.

Oleh: A. R. Agustian